news & updates

Indonesia Exhibition Outlook 2026: Menuju Industri MICE Yang Bernilai Tinggi

| ieca.or.id
Indonesia Exhibition Outlook 2026: Menuju Industri MICE yang Bernilai Tinggi
Indonesia Exhibition Outlook
Jakarta, Januari 2026 - Industri pameran Indonesia memasuki fase baru yang lebih matang dan berorientasi pada penciptaan nilai. Berdasarkan paparan Indonesia Exhibition Outlook 2026 yang disampaikan oleh Tony Chang dalam forum Indonesia Exhibition Companies Association (IECA), data ASPERAPI periode 2021–2025 menunjukkan bahwa sektor pameran nasional telah melewati masa pemulihan dan tengah bertransisi menuju ekosistem MICE yang berdampak ekonomi tinggi dan berdaya saing internasional.

Periode 2021 hingga 2023 menjadi fase survival dan stabilisasi bagi industri pameran nasional. Di tengah tantangan pandemi, industri tidak hanya bertahan, tetapi juga membangun disiplin regulasi, penataan sektor, serta memperkuat posisi pameran sebagai bagian dari agenda pembangunan ekonomi. Selanjutnya, pada 2024–2025, industri memasuki fase pemulihan dan normalisasi, ditandai oleh kembalinya kepercayaan pasar, meningkatnya kualitas penyelenggaraan, dan konsolidasi struktural di antara pelaku industri. Data pada periode ini harus dipahami sebagai fondasi transisi menuju pertumbuhan jangka panjang, bukan sebagai puncak produktivitas.

Dengan asumsi pertumbuhan berkelanjutan industri MICE Indonesia serta dukungan infrastruktur dan kebijakan pemerintah, nilai pasar MICE nasional pada 2026 diproyeksikan berada di kisaran USD 2,5–3,2 miliar atau setara IDR 37–48 triliun. Dalam struktur industri MICE, segmen pameran secara historis menyumbang porsi signifikan. Dengan asumsi konservatif sekitar 40 persen, pendapatan industri pameran Indonesia pada 2026 diperkirakan dapat mencapai USD 1,0–1,3 miliar atau sekitar IDR 15–20 triliun. Proyeksi ini mencerminkan meningkatnya skala pameran, partisipasi exhibitor dan pengunjung internasional, serta dampak ekonomi yang melampaui penjualan tiket.

Memasuki 2026 dan seterusnya, industri pameran Indonesia diproyeksikan memasuki fase ekspansi bernilai tinggi. Pertumbuhan ke depan tidak lagi ditentukan oleh jumlah event, melainkan oleh relevansi sektor, kualitas penyelenggaraan, dan dampak ekonomi yang terukur. Indonesia tidak diarahkan untuk bersaing dengan pasar matang dari sisi kuantitas pameran, tetapi dari skala, kedalaman pasar, dan kontribusi terhadap investasi, perdagangan, serta pengembangan industri hilir.

Dari sisi volume, jumlah pameran diperkirakan tumbuh secara terkendali seiring dengan peningkatan kapasitas venue dan profesionalisme penyelenggara. Fokus industri akan bergeser ke pameran berskala lebih besar dan berbasis sektor strategis. Pameran B2B tetap menjadi tulang punggung industri, sementara elemen hybrid berperan sebagai pendukung dan pameran konsumen tetap selektif serta berorientasi pada penguatan merek.

Evolusi sektor juga semakin jelas, dengan pendalaman spesialisasi di bidang industri dan manufaktur, energi dan hilirisasi, kesehatan, teknologi digital, logistik, serta perdagangan internasional. Pendekatan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai gerbang industri dan perdagangan di kawasan ASEAN, sekaligus sebagai platform pameran yang relevan bagi pelaku global.

Seiring konsolidasi Exhibition Organizer dan meningkatnya standar industri, definisi produktivitas juga mengalami pergeseran. Keberhasilan pameran ke depan akan diukur dari nilai investasi dan transaksi yang dihasilkan, kolaborasi bisnis yang terbentuk, serta kontribusinya terhadap kebijakan dan pengembangan sektor strategis nasional.

Ketika disejajarkan dengan proyeksi MICE 2026–onward, data ASPERAPI menunjukkan bahwa industri pameran Indonesia tengah bertransformasi dari ekosistem pemulihan menjadi platform MICE yang matang, berdampak, dan berdaya saing global. Pertumbuhan akan bersifat selektif, penciptaan nilai akan mengungguli volume event, dan industri pameran nasional akan semakin berperan sebagai instrumen ekonomi strategis bagi Indonesia.

Untuk memahami arah dan peluang industri pameran Indonesia secara lebih mendalam, ASPERAPI menghadirkan Indonesia Exhibition Outlook 2026 dalam versi laporan lengkap (PDF). Publikasi ini menyajikan analisis berbasis data ASPERAPI 2021–2025, proyeksi industri MICE 2026–onward, serta peta strategis yang relevan bagi pelaku industri, investor, dan pengambil kebijakan. Klik disini Unduh laporan lengkapnya sekarang dan jadikan Indonesia Exhibition Outlook 2026 sebagai referensi utama dalam perencanaan bisnis, investasi, dan pengembangan pameran di Indonesia.

Tags: Indonesia Exhibition Outlook 2026ASPERAPIIECAIndonesia Exhibition IndustryMICE IndonesiaExhibition Industry 2026Industri PameranIndustri MICEPameran IndonesiaBusiness Events IndonesiaMICE OutlookEconomic ImpactMarket Outlook 2026International ExhibitionASEAN MICE
Share this article: